Just another free Blogger theme

Wednesday, May 11, 2022

 

SILABUS MATA PELAJARAN

 

Nama Sekolah

:

Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan

Bidang Keahlian

 

Semua Bidang Keahlian

Kompetensi Keahlian

:

Semua Kompetensi Keahlian

Mata Pelajaran

Kelas

:

:

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

X

Durasi (Waktu)

:

72 JP

KI-1 (Sikap Spiritual)

:

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI-2 (Sikap Sosial)

:

Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI-3 (Pengetahuan)

:

Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah..

KI-4 (Keterampilan)

:

Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

 

 

 

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

Materi Pokok

Semester/Alokasi Waktu

Kegiatan Pembelajaran

Penilaian

Sumber

1

2

3

4

5

6

7

1.1         Mensyukuri  nilai-nilai Pancasila dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa

 

 

 

 

 

 

2.1         Menunjukkan sikap peduli terhadap penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

 

 

 

 

 

 

3.1         Menganalisis nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

 

 

 

 

 

 

 

4.1 Menyaji hasil analisis nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

1.3.1     Menghayati  nilai-nilai Pancasila dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa

1.3.2     Mensyukuri  nilai-nilai Pancasila dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada Tuhan YME

 

2.1.1     Menunjukkan sikap kerjasama dalam penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

2.1.2     Menunjukkan sikap toleran dalam penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

 

3.1.1     Mendeskripsikan sistem pembagian kekuasaan negara

3.1.2     Mendeskripsikan kedudukan dan fungsi kementerian Negara Republik Indonesia dan lembaga pemerintah non kementerian

3.1.3     Menganalisis nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan

 

4.1.1     Mempresentasikan deskripsi sistem pembagian kekuasaan negara

4.1.2     Mempresentasikan deskripsi kedudukan dan fungsi kementerian Negara Republik Indonesia dan lembaga pemerintah non kementerian

4.1.3     Menyaji hasil analisis tentang nilai-nilai Pancasila dalam penyelenggaraan pemerintahan

 

Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara:

1.    Sistem Pembagian Kekuasaan Negara

2.    Kedudukan dan Fungsi Kementerian Negara Republik Indonesia dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian

3.    Nilai-nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan pemerintahan

1/8 JP

·         Mengamati gambar /tayangan vidio/film dan atau  membaca berbagai sumber (buku, artikel, media cetak maupun elektronik) dengan penuh rasa syukur untuk mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan/masalah dengan menggunakan HOTs dan HOTS tentang nilai-nilai Pancasila dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

·         Mengumpulkan data dari berbagai sumber dengan kerjasama, disiplin dan toleran tentang nilai-nilai Pancasila dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

·         Mengolah dan menganalisis data tentang nilai-nilai Pancasila dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

·         Mengomunikasikan hasil analisis tentang nilai-nilai Pancasila dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

Sikap: 

Observasi terhadap sikap spiritual dan sosial (kerjasama, toleran, dan sikap lainnya yang relevan) dalam KBM

 

Pengetahuan: 

·   Tes tertulis (LOTs dan HOTs) tentang nilai-nilai Pancasila dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

 

·   Pelaporan hasil penugasan

 

Keterampilan:

·   Unjuk kinerja (Pengamatan Presentasi)

·   Portofolio laporan tertulis hasil analisis dan atau proyek kewarganegaraan tentang nilai-nilai Pancasila dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

Nuryadi dan Tholib. 2016. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Kelas X SMA/SMK/MA/MA. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Bab 1)

1.2         Menerima ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan sebagai wujud rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.2         Bersikap peduli terhadap penerapan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.2         Menelaah ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, serta pertahanan dan keamanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

4.2         Menyaji hasil telaah tentang ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, serta pertahanan dan keamanan

4.2.1     Menghayati ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah, warga Negara, penduduk, agama dan kepercayaan serta pertahanan dan keamanan sebagai wujud rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa

4.2.2     Mengamalkan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah, warga Negara, penduduk, agama dan kepercayaan serta pertahanan dan keamanan sebagai wujud rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa

 

 

2.2.1     Disiplin terhadap ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah, warga Negara, penduduk, agama dan kepercayaan serta pertahanan dan keamanan

2.2.2     Tanggung jawab  terhadap penerapan ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah, warga Negara, penduduk, agama dan kepercayaan serta pertahanan dan keamanan

 

3.2.1     Menganalisis hakikat Bangsa dan  Negara Kesatuan Republik Indonesia

3.2.2     Mendeksripsikan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

3.2.3     Mendeskripsikan kedudukan warga negara dan Penduduk Indonesia

3.2.4     Mendeskripsikan kemerdekaan beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan YME di Indonesia

3.2.5     Mendeskripsikan sistem Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia

 

 

4.2.1     Menyaji hasil analisis tentang hakikat Bangsa dan  Negara Kesatuan Republik Indonesia

4.2.2     Mempresentasikan deskripsi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

4.2.3     Mempresentasikan deskripsi kedudukan warga negara dan Penduduk Indonesia

4.2.4     Mempresentasikan deskripsi kemerdekaan beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan YME di Indonesia

Mempresentasikan deskripsi sistem Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia

Ketentuan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945  yang mengatur tentang wilayah negara, warga negara dan penduduk, agama dan kepercayaan, pertahanan dan keamanan:

1.    Hakikat bangsa dan negara

2.    Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

3.    Kedudukan warga negara dan Penduduk Indonesia

4.    Kemerdekaan beragama dan berkepercayaan terhadap Tuhan YME di Indonesia

5.    Sistem Pertahanan dan Keamanan Negara Republik Indonesia

 

1/10 JP

·         Mengamati gambar /tayangan vidio/film dan atau  membaca berbagai sumber (buku, artikel, media cetak maupun elektronik) dengan penuh rasa syukur untuk mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan/masalah dengan menggunakan HOTs dan LOTs tentang hakikat bangsa/negara serta ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah, warga Negara, penduduk, agama dan kepercayaan serta pertahanan dan keamanan

·         Mengumpulkan data dari berbagai sumber dengan disiplin, kerjasama dan  tanggung jawab tentang hakikat bangsa/negara serta ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah, warga Negara, penduduk, agama dan kepercayaan serta pertahanan dan keamanan pemerintahan Negara

·         Mengolah dan menganalisis data tentang hakikat bangsa/negara serta ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah, warga Negara, penduduk, agama dan kepercayaan serta pertahanan dan keamanan

·         Mengomunikasikan hasil analisis tentang ketentuan hakikat bangsa/negara serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah, warga Negara, penduduk, agama dan kepercayaan serta pertahanan dan keamanan

 

Sikap: 

Observasi terhadap sikap spiritual dan sosial (disiplin, tanggung jawab, dan sikap lainnya yang relevan) dalam KBM

 

Pengetahuan: 

·   Tes tertulis (LOTs dan HOTs) tentang hakikat bangsa/negara serta ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah, warga Negara, penduduk, agama dan kepercayaan serta pertahanan dan keamanan

·   Pelaporan hasil penugasan

 

Keterampilan:

·   Unjuk kinerja (Pengamatan Presentasi)

·   Portofolio laporan tertulis hasil analisis  dan atau proyek kewarganegaraan tentang hakikat bangsa/negara serta ketentuan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengatur tentang wilayah, warga Negara, penduduk, agama dan kepercayaan serta pertahanan dan keamanan

 

·         Nuryadi dan Tholib. 2016. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Kelas X SMA/SMK/MA/MAK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Bab 2)

·         Yusnawan Lubis dan Kokom Komalasari. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas X SMA/SMK/MA/MAK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Bab 1)

1.3         Menghargai nilai-nilai terkait fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai bentuk sikap beriman dan bertaqwa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.3         Peduli terhadap fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.3      Menganalisis fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga Negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

 

 

 

 

 

 

 

4.3      Mendemonstrasikan hasil analisis tentang fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga Negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

 

1.3.1     Menghayati nilai-nilai terkait fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai bentuk sikap beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

1.3.2     Mengamalkan nilai-nilai terkait fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai bentuk sikap beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

 

2.3.1     Toleran terhadap fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

2.3.2     Cinta damai dalam melaksanakan fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

 

 

 

 

3.3.1     Mendeskripsikan hakikat sistem politik

3.3.2     Menganalisis struktur politik di Indonesia

3.3.3     Menganalisis Lembaga-lembaga Negara Republik Indonesia menurut UUD NRI 1945

3.3.4     Menganalisis tata kelola pemerintahan yang baik

3.3.5     Menganalisis partisipasi warga negara dalam sistem politik Indonesia

 

 

4.3.1     Mempresentasikan deskripsi tentang hakikat sistem politik

4.3.2     Menyaji hasil analisis tentang struktur politik di Indonesia

4.3.3     Menyaji hasil analisis tentang Lembaga-lembaga Negara Republik Indonesia menurut UUD NRI 1945

4.3.4     Menyaji hasil analisis tentang tata kelola pemerintahan yang baik

4.3.5     Menyaji hasil analisis tentang partisipasi warga negara dalam sistem politik Indonesia

 

Lembaga-lembaga Negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945:

1.  Hakikat sistem politik

2.  Struktur politik Indonesia

3.  Fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut UUD Negara RI Tahun 1945

4.  Tata kelola pemerintahan yang baik

5.  Partisipasi warga negara dalam sistem politik Indonesia

 

1/10 JP

·         Mengamati gambar /tayangan vidio/film dan atau  membaca berbagai sumber (buku, artikel, media cetak maupun elektronik) dengan penuh rasa syukur untuk mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan/masalah dengan menggunakan LOTs dan HOTS tentang sistem politik, struktur politik Indonesia, fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, tata kelola pemerintahan yang baik dan partisipasi warga negara dalam sistem politik Indonesia.

·         Mengumpulkan data dari berbagai sumber dengan kerjasama, toleran dan cinta damai tentang sistem politik, struktur politik Indonesia, fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, tata kelola pemerintahan yang baik dan partisipasi warga negara dalam sistem politik Indonesia.

·         Mengolah dan menganalisis data tentang sistem politik, struktur politik Indonesia, fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, tata kelola pemerintahan yang baik dan partisipasi warga negara dalam sistem politik Indonesia.

·         Mengomunikasikan hasil analisis tentang sistem politik, struktur politik Indonesia, fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, tata kelola pemerintahan yang baik dan partisipasi warga negara dalam sistem politik Indonesia.

Sikap: 

Observasi terhadap sikap spiritual dan sosial (toleran, cinta damai, dan sikap lainnya yang relevan) dalam KBM

 

Pengetahuan: 

·   Tes tertulis (LOTs dan HOTs) tentang sistem politik, struktur politik Indonesia, fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, tata kelola pemerintahan yang baik dan partisipasi warga negara dalam sistem politik Indonesia.

·   Pelaporan hasil penugasan

 

Keterampilan:

·   Unjuk kinerja (Pengamatan Presentasi)

·   Portofolio laporan tertulis hasil analisis tentang sistem politik, struktur politik Indonesia, fungsi dan kewenangan lembaga-lembaga negara menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, tata kelola pemerintahan yang baik dan partisipasi warga negara dalam sistem politik Indonesia

·         Nuryadi dan Tholib. 2016. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Kelas X SMA/SMK/MA/MAK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Bab 3)

·         Yusnawan Lubis dan Kokom Komalasari. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas X SMA/SMK/MA/MAK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Bab 6)

·         Yusnawan Lubis dan Kokom Komalasari. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas XI SMA/SMK/MA/MAK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Bab 3)

1.4         Menghormati hubungan pemerintah pusat dan daerah menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa

 

 

 

 

 

 

2.4         Peduli terhadap hubungan pemerintah pusat dan daerah yang harmonis di daerah setempat

 

 

 

 

 

 

 

 

3.4    Merumuskan hubungan pemerintah pusat dan daerah menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

 

 

 

 

 

 

4.4    Merancang dan melakukan penelitian sederhana tentang hubungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah setempat menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

4.4.1     Menghayati hubungan pemerintah pusat dan daerah menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa

4.4.2     Mensyukuri hubungan pemerintah pusat dan daerah menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa

 

 

2.4.1     Mengembangkan sikap kerjasama dalam hubungan pemerintah pusat dan daerah yang harmonis di daerah setempat

2.4.2     Mengembangkan cinta damai dalam hubungan pemerintah pusat dan daerah yang harmonis di daerah setempat

 

 

 

3.4.1     Mendeskripsikan hakikat sistem pemerintahan

3.4.2     Mengidentifikasi karakteristik sistem pemerintahan Indonesia

3.4.3     Menganalisis kedudukan pemerintah pusat dan daerah dalam konteks otonomi daerah

3.4.4     Menganalisis hubungan struktural dan fungsional Pemerintah Pusat dan  Daerah

 

 

4.4.1    Mempresentasikan deskripsi tentang hakikat sistem pemerintahan

4.4.2    Menyajikan hasil identifikasi tentang karakteristik sistem pemerintahan Indonesia

4.4.3    Menyaji hasil analisis tentang kedudukan pemerintah pusat dan daerah dalam konteks otonomi daerah

Menyaji hasil analisis tentang hubungan struktural dan fungsional Pemerintah Pusat dan  Daerah

 

 

 

Hubungan struktural dan fungsional pemerintahan pusat dan daerah:

1.    Hakikat sistem pemerintahan

2.    Karakteristik sistem pemerintahan Indonesia

3.    Kedudukan pemerintah pusat dan daerah dalam konteks otonomi daerah

4.    Hubungan Struktural dan Fungsional Pemerintah Pusat dan Daerah

1/8 JP

·         Mengamati gambar /tayangan vidio/film dan atau  membaca berbagai sumber (buku, artikel, media cetak maupun elektronik) dengan penuh rasa syukur untuk mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan/masalah dengan menggunakan LOTs dan HOTS tentang sistem pemerintahan,  hubungan struktural dan fungsional pemerintahan pusat dan daerah

 

·         Mengumpulkan data dari berbagai sumber dengan kerjasama, toleran dan cinta damai tentang sistem pemerintahan, hubungan struktural dan fungsional pemerintahan pusat dan daerah

·         Mengolah dan menganalisis data tentang sistem pemerintahan, hubungan struktural dan fungsional pemerintahan pusat dan daerah

·         Mengomunikasikan hasil analisis tentang sistem pemerintahan, hubungan struktural dan fungsional pemerintahan pusat dan daerah

 

Sikap: 

Observasi terhadap sikap spiritual dan sosial (kerjasama, cinta damai, dan sikap lainnya yang relevan) dalam KBM

 

Pengetahuan: 

·   Tes tertulis (LOTs dan HOTs) tentang sistem pemerintahan, hubungan struktural dan fungsional pemerintahan pusat dan daerah

·   Pelaporan hasil penugasan

 

Keterampilan:

·   Unjuk kinerja (Pengamatan Presentasi)

·   Portofolio berupa rancangan dan hasil penelitian sederhana yang dilakukan oleh siswa tentang sistem pemerintahan, hubungan struktural dan fungsional pemerintahan pusat dan daerah

 

·         Nuryadi dan Tholib. 2016. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Kelas X SMA/SMK/MA/MAK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Bab 4)

·         Yusnawan Lubis dan Kokom Komalasari. 2010. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Bab 2)

1.5         Mensyukuri nilai-nilai yang membentuk komitmen integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika sebagai wujud syukur kepada Tuhan yang Maha Esa

 

 

 

 

 

 

2.5         Menunjukkan  sikap kerjasama dalam rangka mewujudkan komitmen integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

 

 

 

 

 

 

3.5         Mengidentifikasi faktor-faktor pembentuk integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.5   Menyaji hasil analisis tentang faktor-faktor pembentuk integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

1.5.1     Menghayati nilai-nilai yang membentuk komitmen integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika sebagai wujud syukur kepada Tuhan YME

1.5.2     Mensyukuri nilai-nilai yang membentuk komitmen integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika sebagai wujud syukur kepada Tuhan yang Maha Esa

 

 

4.5.1    Menunjukkan  sikap kerjasama dalam rangka mewujudkan komitmen integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

4.5.2    Menunjukkan  sikap toleran dalam rangka mewujudkan komitmen integrasi nasional dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

 

 

3.5.1     Mendeskripsikan kebhinnekaan Bangsa Indonesia

3.5.2     Mendeskripsikan konsep Integrasi Nasional

3.5.3     Mendeskripsikan faktor-faktor Pembentuk Integrasi Nasional

3.5.4     Menganalisis tantangan dalam Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

3.5.5     Menganalisis peran serta warga negara dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

 

 

4.5.1     Mendemonstrasikan kebhinnekaan Bangsa Indonesia

4.5.2     Mempresentasikan deskripsi tentang konsep Integrasi Nasional

4.5.3     Mempresentasikan deskripsi tentang faktor-faktor Pembentuk Integrasi Nasional

4.5.4     Menyaji hasil analisis tentang tantangan dalam Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

4.5.5     Menyaji hasil analisis tentang peran serta warga negara dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

 

Faktor-faktor pembentuk integrasi nasional:

1.    Kebhinekaan Indonesia

2.    Konsep Integrasi Nasional

3.    Faktor-faktor Pembentuk Integrasi Nasional

4.    Tantangan dalam Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

5.    Peran serta warga negara dalam menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa

 

2/12 JP

·         Mengamati gambar /tayangan vidio/film dan atau  membaca berbagai sumber (buku, artikel, media cetak maupun elektronik) dengan penuh rasa syukur untuk mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan/masalah dengan menggunakan LOTs dan HOTS tentang faktor-faktor pembentuk integrasi nasional

·         Mengumpulkan data dari berbagai sumber dengan kerjasama, toleran dan cinta damai tentang faktor-faktor pembentuk integrasi nasional

·         Mengolah dan menganalisis data tentang faktor-faktor pembentuk integrasi nasional

·         Mengomunikasikan hasil analisis tentang faktor-faktor pembentuk integrasi nasional

 

Sikap: 

Observasi terhadap sikap spiritual dan sosial (kerjasama, toleran, cinta damai, dan sikap lainnya yang relevan) dalam KBM

 

 

Pengetahuan: 

·   Tes tertulis (LOTs dan HOTs) tentang faktor-faktor pembentuk integrasi nasional

·   Pelaporan hasil penugasan

 

Keterampilan:

·   Unjuk kinerja (Pengamatan Presentasi)

·   Portofolio laporan tertulis hasil analisis tentang faktor-faktor pembentuk integrasi nasional

Nuryadi dan Tholib. 2016. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Kelas X SMA/SMK/MA/MAK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Bab 5)

1.6         Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nilai-nilai yang membentuk kesadaran atas ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

 

 

 

 

 

 

 

 

2.6       Responsif terhadap ancaman negara dan upaya penyelesaiannya dibidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

 

 

 

 

 

 

 

 

3.6      Menganalisis ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.6      Menyaji hasil analisis tentang ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan  dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika

1.6.1     Menghayati nilai-nilai yang membentuk kesadaran atas ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa

1.6.2        Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nilai-nilai yang membentuk kesadaran atas ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

 

2.6.1     Responsif terhadap ancaman negara dan upaya penyelesaiannya dibidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

2.6.2     Proaktif terhadap ancaman negara dan upaya penyelesaiannya dibidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika

 

 

 

3.6.1     Mengindentifikasi ancaman di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan

3.6.2     Menganalisis strategi untuk mengatasi ancaman di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan

3.6.3     Menganalisis peran masyarakat  untuk mengatasi berbagai ancaman dalam rangka membangun  integritas  nasional

 

 

4.6.1     Mempresentasikan hasil identifikasi tentang ancaman di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan

4.6.2     Menyaji hasil analisis tentang strategi untuk mengatasi ancaman di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan

4.6.3     Menyaji hasil analisis tentang peran masyarakat  untuk mengatasi berbagai ancaman dalam rangka membangun  integritas  nasional

Ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan:

1.   Ancaman di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan

2.   Strategi untuk mengatasi ancaman di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan

3.   Peran masyarakat  untuk mengatasi berbagai ancaman dalam rangka membangun  integritas  nasional

 

2/12 JP

·         Mengamati gambar /tayangan vidio/film dan atau  membaca berbagai sumber (buku, artikel, media cetak maupun elektronik) dengan penuh rasa syukur untuk mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan/masalah dengan menggunakan LOTs dan HOTS tentang ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

·         Mengumpulkan data dari berbagai sumber dengan responsif dan proaktif tentang ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

·         Mengolah dan menganalisis data tentang ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

·         Mengomunikasikan hasil analisis tentang ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

 

Sikap: 

Observasi terhadap sikap spiritual dan sosial (responsif, prokatif, dan sikap lainnya yang relevan) dalam KBM

 

Pengetahuan: 

·   Tes tertulis (LOTs dan HOTs) ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

·   Pelaporan hasil penugasan

 

Keterampilan:

·     Unjuk kinerja (Pengamatan Presentasi)

·     Portofolio laporan tertulis hasil analisis dan atau proyek kewarganegaraan tentang ancaman terhadap negara dan upaya penyelesaiannya di bidang Ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan.

 

Nuryadi dan Tholib. 2016. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Kelas X SMA/SMK/MA/MAK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Bab 6)

1.7    Menghargai wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.7    Bertanggung jawab mengembangkan kesadaran akan pentingnya wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.7      Menginterpretasi pentingnya Wawasan Nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.7      Mempresentasikan hasil interpretasi terkait pentingnya Wawasan Nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia

2.7.1     Menghayati wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa

2.7.2        Mensyukuri konsep wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai anugerah Tuhan YME

 

 

 

 

 

2.7.1     Bertanggung jawab mengembangkan kesadaran akan pentingnya wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia

2.7.2        Kerjasama mengembangkan kesadaran akan pentingnya wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia

 

 

 

3.7.1     Mendeskripsikan konsep Wawasan Nusantara

3.7.2        Mendeskripsikan fungsi dan tujuan Wawasan Nusantara

3.7.3        Mengklasifikasikan Aspek Trigatra dan Pancagatra dalam Wawasan Nusantara

3.7.4        Menelaah peran serta warga negara dalam mendukung implementasi wawasan nusantara

 

 

4.7.1     Mempresentasikan deskripsi tentang konsep Wawasan Nusantara

4.7.2     Mempresentasikan deskripsi tentang fungsi dan tujuan Wawasan Nusantara

4.7.3     Mempresentasikan klasifikasi tentang Aspek Trigatra dan Pancagatra dalam Wawasan Nusantara

4.7.4     Menyaji hasil telaah tentang peran serta warga negara dalam mendukung implementasi wawasan nusantara

 

Arti pentingnya Wawasan Nusantara:

1.     Konsep Wawasan Nusantara

2.     Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara

3.     Aspek Trigatra dan Pancagatra dalam Wawasan Nusantara

4.     Peran serta warga negara dalam mendukung implementasi wawasan nusantara

 

2/12JP

·         Mengamati gambar /tayangan vidio/film dan atau  membaca berbagai sumber (buku, artikel, media cetak maupun elektronik) dengan penuh rasa syukur untuk mengidentifikasi dan merumuskan pertanyaan/masalah dengan menggunakan LOTs dan HOTs  tentang arti pentingnya Wawasan Nusantara

·         Mengumpulkan data dari berbagai sumber dengan tanggung jawab dan kerjasama tentang arti pentingnya Wawasan Nusantara

·         Mengolah dan menganalisis data tentang arti pentingnya Wawasan Nusantara

·         Mengomunikasikan hasil analisis tentang arti pentingnya Wawasan Nusantara

 

Sikap: 

Observasi terhadap sikap spiritual dan sosial (tanggung jawab, kerjasama, dan sikap lainnya yang relevan) dalam KBM

 

 

 

 

Pengetahuan: 

·   Tes tertulis (LOTs dan HOTs) arti pentingnya Wawasan Nusantara

·   Pelaporan hasil penugasan

 

 

Keterampilan:

·   Unjuk kinerja (Pengamatan Presentasi)

·     Portofolio laporan tertulis hasil analisis tentang arti pentingnya Wawasan Nusantara

 

Nuryadi dan Tholib. 2016. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Kelas X SMA/SMK/MA/MAK. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI (Bab 7)

 

Tasikmalaya, 16 Juli 2018

Pengembang,

 

TTD

 

Yusnawan Lubis

(SMKN 1 Tasikmalaya)

Tuesday, April 26, 2022

 Embun Pagi


Orang yang ikhlas tidak pernah kecewa dengan amal baik yang telah ia lakukan, karena ia yakin Allah Maha melihat dan akan membalasnya dengan adil. 


Selamat beraktifitas di bulan penuh ampunan๐Ÿ‘

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat bersyukur dan dilindungi oleh Allah SWT.

Aamiin Ya Rabbal Aalamin ๐Ÿ™

Monday, April 25, 2022

 Embun Pagi


Orang jika semakin dekat dengan Nabi, semakin tau caranya bicara, semakin tau caranya melihat, semakin tau caranya berfikir, semakin tau caranya menjalankan kehidupan. Maka semakin terjaga kehidupannya.


Selamat beraktifitas di bulan penuh berkah๐Ÿ‘

Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat bersyukur dan dilindungi oleh Allah SWT.

Aamiin Ya Rabbal Aalamin ๐Ÿ™

 Ketawa gratis


*Seorang suami menyesal setelah berpisah dengan istrinya, lalu dia menelpon istri tercintanya.*

  

" _Sayang... maafkan aku... Aku mau rujuk padamu_."


Istrinya menjawab..."di dekatmu ada gelas...?"


*Suami :* "Hah...gelas...buat apa...? Tidak ada...Kenapa emangnya...?"


*Istri :* "Kalau begitu pergi kedapur ...dan ambil sekarang...", dengan nada sedikit emosi.


*Suami :* "Kayaknya kamu udah gak beres.... Tapi demi kamu gak apa-apa....aku ambilkan sayang..."


Setelah si suami mendapatkan gelasnya ....dia bilang " *UDAH SAYANG...UDAH DAPET GELASNYA*"... terus digimanain...?


*Istri :* "Lemparkan gelas itu kelantai"...sedikit membentak....!


*Suami :* "Oke...oke...Sudah aku lempar sekeras-kerasnya kelantai sayang...."


*Istri :* "Sekarang kembalikan gelas itu seperti semula...enggak mungkin bisa kan...? 

Begitu juga hatiku..."


*Suami :* "Gelasnya tidak pecah sayang...karena gelas plastik...."


*Istri :* "Iiiiiih...,  sebel deh...,  ya udah cepetan jemput aku.... 

Jgn lupa ajak aku belanja ya...., *udah keluar kan THR nya*?


*Suami :* ๐Ÿ˜๐Ÿ˜…๐Ÿ˜‚


*Semangat..*.๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช, 

jangan lupa tersenyum jaga kesehatan 'n  keep๐Ÿ˜๐Ÿ˜


*Bahan renungan juga bagi laki²...*,๐Ÿ˜Š


*Jangan Lupa..*

*memperbanyak gelas plastik dirumah...๐Ÿ˜†*


Canda pagi sahabat guyonpas๐Ÿ˜๐Ÿ™๐Ÿป

 *Apa itu SARCOPENIA*


  Sarkopenia.  adalah hilangnya massa dan kekuatan otot rangka akibat penuaan.

 Ini adalah kondisi yang mengerikan.


 Mari kita jelajahi sarkopenia!


 Judul: "Gunakan Otot Fungsional Anda Secara Perlahan"


 1. Kembangkan kebiasaan untuk bisa berdiri ... jangan duduk!  ... dan jangan berbaring jika Anda bisa duduk!


 2. Setelah usia 50~60, tidak mungkin menurunkan berat badan, terutama jika Anda tidak berolahraga dan mengandalkan makan lebih sedikit untuk menurunkan berat badan!

 Karena jika semua otot hilang, itu bisa sangat berbahaya!


 3. Apakah lari, bersepeda, atau memanjat membuat lutut sakit?

 Jika Anda belum pernah berolahraga sebelumnya, Anda hanya bisa berlari, bersepeda, atau memanjat dalam pikiran Anda karena itu akan sangat menyakiti lutut Anda!

 Tetapi jika Anda memiliki kekuatan otot yang cukup dan perlahan-lahan mengembangkan kebiasaan berlari, bersepeda, dan memanjat, itu bisa menjadi latihan yang baik dan tidak melukai lutut Anda!  Apakah Anda melukai lutut Anda atau tidak tergantung pada kekuatan otot Anda!


 4. Jika seorang lansia sakit dan dirawat di rumah sakit, jangan memintanya untuk lebih banyak istirahat ... atau berbaring dan rileks dan tidak bangun dari tempat tidur!

 Berbaring selama seminggu kehilangan setidaknya 5% dari massa otot!

 Dan orang tua itu tidak bisa mendapatkan kembali ototnya!


 5. Jangan berpikir bahwa Anda berbakti dengan tidak membiarkan orang tua melakukan pekerjaan rumah, dan memarahi pelayan jika mereka melakukannya!

 Biasanya, banyak orang tua yang mempekerjakan pembantu kehilangan otot lebih cepat!


 6. Jangan hanya melakukan satu aktivitas setiap hari saat pergi ke taman.

 Jangan hanya berjabat tangan ketika Anda juga bisa menggoyangkan kaki Anda.  Anda juga harus menarik bilah horizontal atau memindahkan setiap peralatan olahraga!

 Karena selama seseorang bergerak, maka semua otot seluruh tubuh akan terlibat!

 Banyak orang lanjut usia bahkan mengalami kesulitan menelan karena kurang berolahraga!

 Pada akhirnya, mereka bahkan tidak bisa batuk seteguk dahak dan mati karena ini!


 7. Sarkopenia lebih menakutkan daripada osteoporosis!

 Dengan osteoporosis Anda hanya perlu berhati-hati agar tidak jatuh, padahal sarkopenia tidak hanya memengaruhi kualitas hidup tetapi juga menyebabkan gula darah tinggi karena massa otot yang tidak mencukupi!


 8. Hilangnya sarcopenia tercepat ada di otot kaki!

 Karena ketika seseorang duduk atau berbaring, kaki tidak bergerak dan kekuatan otot kaki terpengaruh ... ini sangat penting !

 Jangan menjadi kaki hitam!


 Jadi jongkok setidaknya 20 hingga 30 kali sehari.

 Jongkok bukan jongkok tapi seperti duduk di kloset duduk... anda bisa menggunakan kursi dan berdiri ketika pantat anda menyentuh dudukan!


 Sistem medis canggih TAIWAN juga memiliki asuransi kesehatan tetapi rata-rata orang tua di Taiwan menghabiskan 8 tahun di kursi roda sampai mereka berbaring di tempat tidur sebelum mereka meninggal!

 Dan Anda tidak ingin berusia delapan tahun ketika kualitas hidup sangat buruk!


 Anda HARUS memperhatikan sarkopenia!


 Naik & turun tangga ... lari, bersepeda, dan memanjat adalah latihan yang bagus dan dapat meningkatkan massa otot!


 Untuk kualitas hidup yang lebih baik bagi semua orang di hari tua ...


 Bergerak... jangan buang ototmu!!




 *Penuaan dimulai dari kaki ke atas !*

       

 TETAPKAN KAKI ANDA AKTIF & KUAT!!


 ️Seiring bertambahnya tahun & bertambahnya usia setiap hari, kaki kita harus selalu tetap aktif & kuat.

 Saat kita terus menua / menua, kita tidak perlu takut rambut kita beruban (atau) kulit kendur (atau) keriput di wajah.


 ️Di antara tanda-tanda *panjang umur*, umur panjang yang bugar seperti yang dirangkum oleh Majalah AS "Pencegahan" yang populer, otot kaki yang kuat terdaftar di atas, sebagai *yang paling penting & esensial.*

 Silakan berjalan setiap hari.


 ️Jika Anda tidak menggerakkan kaki Anda hanya selama dua minggu, kekuatan kaki Anda yang sebenarnya akan berkurang 10 tahun.

 *Hanya berjalan*


 ️Sebuah studi dari Universitas Kopenhagen di Denmark menemukan bahwa baik tua & muda, selama dua minggu *tidak aktif*, kekuatan otot kaki dapat *melemah sepertiga* yang setara dengan penuaan 20-30 tahun!!

 *Jadi jalan saja*


 ️Saat otot kaki kita melemah, pemulihannya akan lama, meskipun kita melakukan rehabilitasi & latihan, nanti.

 BERJALAN.


 ️Oleh karena itu, *olahraga teratur seperti jalan kaki, sangat penting*.


 ️Seluruh berat badan/beban tetap dan bertumpu pada kaki.


 ️ *Kaki adalah semacam pilar*, menopang seluruh berat tubuh manusia.

 *Berjalan setiap hari.*


 ️Menariknya, 50% tulang seseorang & 50% otot, ada di kedua kaki.

 *Jalan-jalan*


 ️ Sendi & tulang terbesar & terkuat tubuh manusia juga ada di kaki.

 *10K langkah / hari*


 ️Tulang yang kuat, otot yang kuat, dan sendi yang lentur membentuk *Segitiga Besi* yang memikul beban terpenting yaitu *tubuh manusia."*


 ️70% aktivitas manusia dan pembakaran energi dalam kehidupan seseorang dilakukan dengan kedua kaki.


 ️Apakah Anda tahu ini?  Ketika seseorang masih muda, *pahanya cukup kuat untuk mengangkat sebuah mobil kecil seberat 800 kg!*


 ️Kaki adalah pusat penggerak tubuh*.


 ️Kedua kaki bersama-sama memiliki 50% saraf tubuh manusia, 50% pembuluh darah dan 50% darah mengalir melaluinya.


 ️ Ini adalah jaringan peredaran darah terbesar yang menghubungkan tubuh.

 *Jadi berjalanlah setiap hari.*


 ️Hanya *ketika kaki sehat maka arus konvensi darah mengalir lancar, sehingga orang yang memiliki otot kaki kuat pasti akan memiliki jantung yang kuat.* Jalan kaki.


 ️Penuaan dimulai dari kaki ke atas


 ️Seiring bertambahnya usia, akurasi & kecepatan transmisi instruksi antara otak dan kaki semakin berkurang, tidak seperti ketika seseorang masih muda.  *Silahkan berjalan*


 ️Selain itu, yang disebut Kalsium Pupuk Tulang cepat atau lambat akan hilang seiring berjalannya waktu, membuat lansia lebih rentan terhadap patah tulang.  *BERJALAN.*


 ️ Patah tulang pada lansia dapat dengan mudah memicu serangkaian komplikasi, terutama penyakit fatal seperti trombosis otak.


 ️Tahukah Anda bahwa 15% pasien lansia umumnya, akan meninggal maks.  dalam satu tahun patah tulang paha!!  *Berjalan setiap hari tanpa gagal*


 ️ *Olahraga kaki, tidak ada kata terlambat, bahkan setelah usia 60 tahun.*


 ️Meskipun kaki/kaki kita secara bertahap akan menua seiring waktu, melatih kaki/kaki kita adalah tugas seumur hidup.

 *Berjalan 10.000 langkah*


 ️Hanya dengan penguatan kaki secara teratur, seseorang dapat mencegah atau mengurangi penuaan lebih lanjut.  *Berjalan 365 hari*


 ️ Silakan berjalan setidaknya 30-40 menit setiap hari untuk memastikan bahwa kaki Anda menerima latihan yang cukup dan untuk memastikan bahwa otot-otot kaki Anda tetap sehat.


 *Anda harus membagikan informasi penting ini dengan semua teman & anggota keluarga Anda yang berusia 40+ tahun, karena setiap orang menua setiap hari*.

 PUTRA ABU JAHAL SEORANG MUJAHID


Putra Abu Jahal jadi mujahid handal?

Siapapun kamu yang pernah belajar Sirah Nabawiyah pasti tidak asing dengan nama Abu Jahal. Dia, adalah "Fir'aun umat ini", dalang kejahatan kaum musyrikin dan panglima musuh di Perang Badar. Tapi, tahukah kamu bahwa putranya adalah seorang mujahid hebat?


Namanya adalah Ikrimah bin Abi Jahal

Ketika Rasulullah ๏ทบ bersama 10 ribu sahabatnya membebaskan Kota Makkah tahun 8 Hijriah, nama Ikrimah menjadi "most wanted" karena kejahatannya begitu besar, sehingga ia masuk ke daftar orang-orang yang boleh dibunuh.


Mengetahui hal itu, Ikrimah kabur ke Yaman dan ia memutuskan untuk pergi jauh menaiki kapal. Namun qadarullah, di tengah samudera, kapal yang ia naiki diserbu badai ganas. Nahkoda berkata, "tak ada yang bisa kita lakukan lagi. Berhala-berhala kalian tak mampu memberi manfaat sedikitpun!"


Di saat-saat mencekam itu, di ujung detik menuju kematian Ikrimah berkata pada dirinya sendiri,

.

ู„ุฆู† ุฃู†ุฌุงู†ูŠ ุงู„ู„ู‡ ู…ู† ู‡ุฐุง ู„ุฃุฑุฌุนَู†َّ ุฅู„ู‰ ู…ุญู…ุฏ ูˆู„ุฃุถุนู†َّ ูŠุฏูŠ ููŠ ูŠุฏู‡"

.

"Jika Allah ๏ทป menyelamatkan aku dari (badai) ini, sungguh aku akan kembali pada Muhammad, dan akan ku letakkan tanganku pada tangan beliau (membaiat Rasul)"

(Sumber : Tafsir Al Baghawi Surat Luqman ayat 32)


Dengan izin Allah, badai reda. Ikrimah selamat dan berusaha menepati janjinya sendiri. Dan subhanallah, usaha Ikrimah ini ternyata makin sempurna dengan masuk Islamnya istri beliau, Ummu Hakim. Sang istri menjadi penjamin Ikrimah agar selamat sampai di hadapan Rasulullah ๏ทบ. Sesampainya di hadapan Nabi, Ikrimah mengucapkan kalimat syahadatain.


Di hari bersejarah itu, Ikrimah berikrar tegas pada dirinya. Ia mengucapkan sebuah kalimat indah yang diucapkannya pada Baginda Rasulullah ๏ทบ :


ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡، ูˆุงู„ู„ู‡ ู„ุง ุฃุชุฑูƒ ู…ู‚ุงู…ًุง ู‚ู…ุชُู‡ُ ู„ุฃุตุฏَّ ุจู‡ ุนู† ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ู‚ู…ุชُ ู…ุซู„ู‡ ููŠ ุณุจูŠู„ู‡، ูˆู„ุง ุฃุชุฑูƒ ู†ูู‚ุฉً ุฃู†ูู‚ุชู‡ุง ู„ุฃุตุฏ ุจู‡ุง ุนู† ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡ ุฅู„ุง ุฃู†ูู‚ุช ู…ุซู„ู‡ุง ููŠ ุณุจูŠู„ ุงู„ู„ู‡


"Wahai Rasulullah, Demi Allah aku tidak akan meninggalkan tempatku dimana aku menghalangi manusia dari jalan Allah sampai aku menggantinya dengan perjuangan di jalan-Nya. Dan aku tidak akan melupakan semua biaya yang kuhabiskan untuk menghalangi manusia dari jalan Allah sampai aku mengeluarkan biaya yang besar pula untuk berjuang di jalan Allah."

(HR Al Hakim 3/270)


Menjadi Pejuang Hebat yang Melawan Kemurtadan


Khalifah Abu Bakar menugaskan Ikrimah memerangi kaum murtad di Oman

Abu Bakar juga mempercayakan Ikrimah menumpas kaum murtad di Yaman, kemudian beliau berangkat menuju Syam untuk menghadapi Kekaisaran Romawi Timur

Beliau menjadi tentara penunggang kuda hebat di Perang Yarmuk, di situlah beliau syahid.


"Biarkan Aku Membersihkan Masa Laluku!"


Detik-detik menjelang syahidnya Ikrimah adalah sebuah momen yang penting kita tadabburi. Di hari terik melawan Romawi itu, Ikrimah sangat bersemangat dan ia memutuskan untuk rela mati demi bisa merobek barisan musuh. Khalid bin Walid berkata pada Ikrimah, "Jangan lakukan itu wahai Ikrimah! Kematianmu akan jadi duka bagi Kaum Muslimin!"


Apa jawaban Ikrimah?


‏“ุฅู„ูŠูƒ ุนู†ูŠ ูŠุง ุฎุงู„ุฏ ูู„ู‚ุฏ ูƒุงู† ู„ูƒ ู…ุน ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุณุงุจู‚ุฉ ุฃู…ุง ุฃู†ุง ูˆุฃุจูŠ ูู‚ุฏ ูƒู†ุง ู…ู† ุฃุดุฏ ุงู„ู†ุงุณ ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูุฏุนู†ูŠ ุฃูƒูุฑ ุนู…ุง ุณู„ู ู…ู†ูŠ” 


"Tak usah kau menahanku wahai Khalid! Sungguh kau telah mendahuluiku dalam membela Rasulullah ๏ทบ, sedangkan aku dan ayahku menjadi manusia paling keras permusuhannya pada beliau. Biarkan aku membersihkan masa laluku!"

(Al Kamil fi At Tarikh, Ibnul Atsir)